Kaya Nggak Percaya?!

Kaya Nggak Percaya?!

 

unta

Assalamu’alaikum wr.wb
Subhanallah wabihamdihi 100x.

Akhir-akhir ini sepertinya ada pesan cinta yang harus kami baca dari Allah yang dihadirkan didepan mata kami sebagai PPA Institute, karena kejadiannya berulang namun hanya konteksnya saja yang berbeda. Yaitu tentang “Total Bergantung”.

Sepetinya ada kesalah pahaman tetang memaknai materi 20:80 dan Total bergantung.
Bismillah saya akan coba bantu kembali menjelaskan kepada teman-teman semua.. walaupun sebenarnya sudah saya jelaskan secara gamblang di Bab “Ikhtiar Iman Maximal” dan “Tawakal Burung”

Kajian ini menjelaskan lebih dalam mengenai materi-materi yang ada di private class PPA. Namun bagi Anda yang belum ikut PPA tenang saja.. bisa dengan baca buku atau baca saja semua kajian dan Audio Kajian (Download Disini) yang ada di website ini.

Saya mulai dari menjelaskan tentang konsep 20:80 yah kawan..
jadi yang saya maksud disini BUKAN begini..
“Jadi ikhtiar mah ngga usah kenceng-kenceng, ngga usah maximal, santai aja… kurangin jadi 20% saja.”

Itu FATAL!

Kenapa saya bilang FATAL??

Karena kalau Anda berpikir seperti itu maka Private Class PPA ini hanya akan menghasilkan orang-orang yang lemah aja tuh.. orang-0rang males yang berangan-angan mendapatkan miracle jatuh dari langit.

Masbro.. miracle itu adalah EFEK bukan HADIAH. Efek dari ketakwaan, tawakal, keimanan, dan semua aspek yang dimaximalkan.

Yang BENAR adalah seperti ini..

“100% ikhtiar Anda itu hanya akan menyumbangkan 20% dari 100% hasil. Lihat?! 100% aja cuma ngasih 20% apalagi ngga 100%”

referensi ayatnya yang berkata bahwa ikhtiar itu bukan faktor utama dari hasil tapi melainkan Allah bisa dicek nih..

QS. Fathir: 3; QS Ath Thalaq 3, Q.S. Ar-Ra’d:11; QS. Al Ankabut: 60, dll banyak banget.

Jadi justru Anda setelah ikut PPA harusnya lebih maximal lagi ikhtiarnya dari sebelumnya namun yang membedakan alumni PPA dan belum adalah pemahaman dan peletakkan hatinya karena sudah mengerti materi Total Bergantung dimana ini adalah ruh inti dari Poin 2 PPA yaitu Ikhtiar Iman Maximal.

Nah disinilah letak kesalah pahaman yang kedua.. di materi Total Bergantung (kepleset pemahaman materi ikhtiar iman maximal saya jelasin aja di kelas oke..)

Total Bergantung itu adalah hati Anda bergantung Total hanya mengharapkan keridhoan/pertolongan dari Allah, namun bukan berarti tidak melakukan apapun! Sekali lagi.. Total Bergantung itu BUKAN berarti TIDAK MELAKUKAN APAPUN. Bukan artinya Anda ngarep pertolongan dari Allah terus diem-diem aja dirumah sambil mengharap miracle langsung turun BLEK!

Walaupun hal “BLEK-BLEK” itu sangat mungkin terjadi dan asli terjadi di buanyak alumni PPA.. (silahkan cek testimoni DISINI) namun bukan berarti kita nggak ngapa-ngapain masbro.. sekalipun batin bergerak kan bergerak juga.

Kalau total bergantung terus Anda ngga ngapa-ngapain itu bukan total bergantung, tapi hanya orang-orang yang bersembunyi dibalik KEMALASAN saja.

Jangan merasa menyelingkuhi dari total bergantung ke Allah dengan Anda berikhtiar bro.. dan merasa sudah tidak total bergantung. Justru disanalah prakteknya.. bisa ngga Anda merasakan posisi hati total bergantung ke Allah dengan tetap maximal di wasilah ikhtiar Anda. Begitu.. nah kalau sudah begini siap-siap dikejutkan dengan miracle dari Allah seperti janji-Nya.

“Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majjah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

Sebergantung totalnya nabi Musa, Allah masih nyuruh beliau untuk memukulkan tongkat lho.. padahal mudah bagi Allah langsung belah laut tanpa dipukulkan tongkat. Itu menandakan Allah mau mengajakarkan kita untuk maximal juga ikhtiarnya namun hati total bergantung ke Allah. Dan BAMM! Miracle Allah hadirkan..

Dan orang yang nyinyir mungkin akan berkata.. “Yaelah Mus..Mus.. kaya ngga percaya ke Allah. Pake mukul-mukulin tongkat segala. Tungguin aja..”

Umar bin Khattab ketika melihat orang doa ngga selesai-selesai minta rezeki di mesjid terus disuruh keluar untuk berdagang ke pasar. Kalau orang itu nyinyir mungkin akan bilang.. “Yaelah Mar.. Mar.. kaya ngga percaya aja ke Allah. Pake dagang segala.. nanti Allah juga kasih.”

Sama juga ketika Rasul menyuruh mengikatkan unta sahabatnya ketika hendak sholat. Kan orang itu tidak menjawab.. “Yampun Rasulullah.. saya percaya ke Allah kok. Nggak usah diikat lah.. nanti Allah jagain kok.”

GUBRAK!!

Jadi inget ada yang konsultasi kemarin..
“Mas kemarin saya buka usaha.. alhamdulillah langsung melesat. Terus masa ada alumni PPA lho mas yang bilang begini. “Yampun.. jadi ceritanya udah ngga total bergantung ke Allah lagi nih. Kaya ngga percaya ke Allah aja.. jadi bergerak ke bisnis.”
Ya inilah yang namanya merasa paham.. ^^.
Maka saran saya mengulang itu penting.. bukan mendengarkan materi yang sama tapi memenuhi perspektif yang masih belum kita mengerti agar bijak.. ngga gampang menuduh orang. Udah ngga JFOA lah, udah ngga bergantung lah, dsb.
“Parahnya mas.. dia itu bidang usahanya ya sama kaya yang saya jalankan sekarang.”

“Mba.. dari sikapnya yang demikian kayaknya dia deh yang ketakutan kekurangan rezeki. Kan harusnya ya bisa sinergi atau malah jadi alternative kan.. bukan malah dianggap saingan yang akan mengurangi omsetnya dengan adanya bisnis mba.. jadi takut target marketnya berkurang. ^^”

Jadi pertanyaan saya.. Ini sebenarnya siapa yang “KAYA NGGAK PERCAYA?”

Saudaraku.. mari sama-sama beristigfar.. kembali mengecek diri dan hati..
Apakah Allah masih menjadi tujuan kita?

Berhentilah sejenak.. buang semua ego.. cek diri..

Berikhtiarlah maximal dengan hati tetap bergantung ke Allah dalam mencari ridho-Nya bukan yang lain.. maka akan kau temukan kedamaian menuju cahaya hakiki bukan yang semu. Hidup ini singkat lakukanlah semaximalmu..

Jangan terlalu mencintai sesuatu kecuali Allah dan Rasulnya.. karena segala sesuatu yang terlalu kau cintai akan membelenggumu.. tak sadar nafsu tengah mengotori kembali hatimu..
Barakallah.. #MenemaniPerjalananCintaPadaNya

 

Sampah

Sampah

 

sampah

Assalamu’alaikum wr.wb

Subhanallah wabihamdihi 100x.

 

Maaf kelamaan yah baru nulis lagi =-d. Maklum sedang beres-beres soalnya banyak sampah di rumah.

 

Tiap hari kita numpuk sampah bertahun-tahun. Kadang kecil seringnya besar.. Jadi bau sampah dan banyak penyakit *sick*. Walaupun didepan rumah ditanamin bunga-bunga yang wangi juga tamu males masuk kan?

 

Stop buang sampah >=/.

Tapi bukan berarti dengan stop buang sampah baru terus didalem rumah jadi bersihkan?

 

Tetap harus dibersihin lah.. Jangan cuma ngucap “Sapu, sapu, .. Pel, ngepel.”

Mulut doank ngga sambil ngepel ya gimana ceritanya?! =))

 

Ada yang blg “Mas saya dah stop dosa-dosa saya.. stop riba bahkan wakafin diri. Kenapa sekarang jadi susah yah? ='(”

 

Cobalah muhasabah.. Sampahnya udah dibersihin belum? Atau baru stop buang sampah? Baguslah kalo makin disusahin artinya diberishin, nah klo mau cepet ya sambil bersih-bersih juga. 😉

 

Berhenti dari dosa itu bagus.. Tapi jika blum taubat (bener-bener minta ampun sama Allah) ya sampah lama blum bersih.

 

Gapapa sekarang lagi dibersihin.. Klo mau cepet bersih ya ikut bersih-bersih sendiri juga lah.

 

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani berkata : taubat itu adalah meninggalkan perbuatan dosa karena buruknya, menyesal atas keterlanjuran melakukan dan bertekad tidak akan mengulanginya, serta berusaha untuk memperbaiki amal perbuatannya.

 

PR, buka Nuh 10-12.

 

Selamat bersih-nersih guys ;-).. Taubat sampe nangis-nangis ke Allah kalo perlu.

 

Insyaallah.. Tamu2nya nanti dateng..

Buku PPA sisa beberapa pc lagi.. kalau kehabisan ya siap-siap nunggu 3 bulanan yah.

Order sekarang juga +62 812-1533-001

 

Tanah Haram

Tanah Haram

tanah haram1

Assalamu’alaikum wr.wb
Subhanallah wabihamdihi 100x.

“Mas saya setelah ikut PPA alhamdulillah diminta ngajar di Mekkah. Namun saya bisa masuk ke tanah suci sedangkan uang saya nggak masuk alias hilang. Padahal itu biaya hidup saya disana. Bahkan istri di Indonesia kehilangan dompet sama isi-isinya.”

Mungkin Anda setelah ikut PPA ngalamin hal serupa.. Malah hancur, kehilangan, rusak, dll..

Apa nggak berhasil?? memang tanda berhasilnya PPA dinilai dari dapet atau nggaknya??

Salah satu tanda berhasil alumni PPA a/ ketika bisa “melihat” Allah dalam segala kondisi.

Gini-gini..

Misal Anda mau nanem tanaman tapi tanahnya masih campur plastik, ban bekas, kaleng, botol-botol,dll.

Anda mau langsung tanem atau bersihin dulu?
Bersihin kan..

Ternyata Allah mau menanamkan kebaikan dan keberkahan ke beliau. Cuma karena “tanahnya” masih ada haramnya (bukan tanah haram ya hehe..).

“Iya mas kayaknya masih ada ribanya atau dapetinya dulu ada orang yang tersakiti. Bahkan dompet hilang itu isinya buanyak kartu kredit. Alhamdulillah sekarang Allah malah kasih kepercayaan, keberkahan, ledakan, perubahan besar dhidup saya. (0.0)”

“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
QS Al A’raf 73

Ketemu d kelas PPA terdekat oke 😉

Kalau memang susah ikut kelas silahkan baca saja buku PPA. Anda bisa menikmati materi PPA secara sistematis sambil selonjoran tanpa perlu keluar rumah.

Buku sisa sedikit.. nunggu cetakan baru kayaknya harus bersabar 2-3 bulan kedepan.

So, grab it fast now!

Call 0812-1533-001

Strategi

Strategi

Assalamu’alaikum wr.wb
Subhanallah wabihamdihi 100x.

GJB??
Insyaallah ini singkatan dah ga aneh ditelinga temen-temen.. Apalagi alumni PPA.

Yap, Gerakan Jumat Berkah ({}).

Penghulunya hari yang ditunggu banget sama alumni PPA untuk bisa bareng-bareng berkontribusi untuk umat.. Karena banyak keberkahan didalamnya. Dilakukan serentak di >49 kota se-Indonesia ({}).

Macem-macem kreatifitas kawan-kawan dalam berkontribusi.. Misal :
1. Bagi-bagi nasi bungkus
2. Nyuci karpet, mukena musholla
3. Bagi-bagi sembako murah
4. Terapi gratis
5. Butik sedekah
6. Warung sedekah
7. Dll (Hari ini diresmikan Toko Grosir PPA) ({})

Saya via BC ini bagi-bagi strategi biar bisa panen pahala bro.

Strategi : An-Nisa 85
“Ajak orang lain Anda digaji yg sama”

Ngandelin amal sendiri untuk masuk surga? mimpi.. Wasting time.

Cerdas lah.. Misal ngajak 1 orang sholawat 100x. Anda dapat 1000x tuh… Kan dibales 10x sama Allah..

Itu baru 1 orang.. gimana klo 100 orang? Anda bisa dapat 100.000x tuh. Mau dahsyat lagi? Cetak lagi orang-orang yang ngajak kaya antum bro.. 3 aja misal sudah 300.000x tuh. Inget sholawat 100x itu cuma butuh 5 menitan paling =-d.

Dalam waktu 5 menit antum dapat “Support” langsung dari Allah 100.000 power tuh !-).

Ayo jangan dengan sedekah malah ngajarin orang males.. Ketika ngasih apa gitu, bilang aja..
“Pak, nih saya kasih sembako murah passwordnya dhuha dulu tuh di musholla/ shalawat dulu tuh 100x, dsb.”

Kasih bebanlah.. Untuk kebaikan dia juga kan plus Anda dapat tuh ({}).

So, to all of you.. Rubah Strategimu!!

Ketemu dikelas PPA terdekat oke ;-). Mau buku PPA? Hubungi 082111016017

Sudah Tau

Sudah Tau

 

sudah tau

Assalamu’alaikum wr.wb
Subhanallah wabihamdihi 100x.

“Mas kenapa ya orang yang dalam zona aman menganggap sebelah mata PPA. Dia bilang saya mah udah laksanain semua yang ada di PPA nggak ada yang spesial, kalau anak-anak muda itu baru perlu PPA. Terus terang hati saya jadi kecewa. Padahal dia suka curhat tentang suaminya makanya saya ajak PPA.”

Kawan..
PPA memang tidak penting-penting banget ko. Yang terpenting Anda bisa ketmu kemesraan pada-Nya. Hati Anda hidup, just it!

Tanda hati mati ketika doa tidak ada rasanya.. Bukan berdoa tapi malah nyuruh Allah.

Jika ketika mengangkat tangan tidak menggapai rasa hina dan butuh mungkin kita bukan sedang berdoa tapi gerakin bibir.

Apakah tidak rindu hatimu merasakan jatuh cinta dan kemesraan dengan-Nya? Apakah tidak lelah kau gunakan topeng-topeng dirimu?

Ada kutipan Saudara saya yang bagus.
“Jika sedemikian benar hidupmu kenapa masih demikian hidupmu?” ~Gus Tanto

Janji Allah itu pasti tapi kenapa tidak mewujud dihidupmu? Siapa yang salah? Yang menjanjikan atau yang melakukan?

PPA hanyalah salah satu wasilah mengenal-Nya bukan mengetahui-Nya.

Rendahkah hatimu kawan.. Hidup hanya sekali sayang tak mengenal Rabbi.

“Subhanallah! Training PPA merupakan hidangan dari langit-langit cintaNya yang begitu lezat dan sarat gizi bagi ruhani para pesertanya. Di training ini Allah hadir tersenyum gembira menyaksikan hamba-hambaNya yang kembali dalam pelukanNya setelah puluhan tahun jatuh dalam pelukan fatamorgana dunia. Saya tidak melihat dan menyaksikan siapapun selain WajahNya, saya tidak mendengar apapun selain suaraNya dan saya tidak merasakan sesuatupun selain betapa dahsyatNya kasih sayang dan cintaNya kepada diriku yang begitu fakir terhadap ridhoNya.” ~Ustadz Handi

Ketemu di PPA terdekat. Mau order buku PPA? Hubungi 082111016017