Gerakan Jumat Berkah Oktober #4

Gerakan Jumat Berkah Oktober #4

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Gerakan Jumat Berkah kembali digelar. Meski ini adalah akhir bulan Oktober, namun para alumni PPA tak mau melewatkan Jumat begitu saja.

Apa saja yang dilakukan kawan-kawan alumni di daerahnya? Yukk, kita ke tekape. Cekidot.. ?

 

DENPASAR

Tabanan, Bali, yang disemarakkan oleh Bu Ifa dan teman-teman bergerak berbagi sarapan pagi di seputaran Bali. Juga tak lupa berkunjung ke sebuah pondok pesantren untuk berbagi bingkisan disana.

 

PURWOKERTO

Tim Purwokerto kerap berbagi nasi bungkus gratis di hari Jumat. Para alumni bahu-membahu bergerak untuk membagikannya pada tukang parkir, pemulung, tukang sampah, juga masyarakat sekitar yang kurang mampu.

 

PALEMBANG

Jumat pagi, tim Palembang yang diketuai oleh mas Koko telah menyebar ke segala arah. Berawal dari simpang lampu merah Angkatan 66, kemudian ke pasar Sekip, lalu mengambil pintas ke seputaran IBA, berakhir ke arah Lemabang. Targetnya para penjual koran, petugas penyapu jalan, petugas berbaju kuning alias pengais sampah, abah-abah pengayuh becak yang mereka temukan di jalan.

 

MAKASSAR

Gerakan Jumat Berkah juga rutin dilakukan oleh tim Makassar. Meski kebanyakan para alumni pekerja kantoran, tetapi selalu ada wakil dari tim yang turun untuk memeriahkan GJB ini. Kali ini kawan kita berbagi kepada lansia yang hidup sendiri. Dikunjungi ke rumahnya, disantuni, dan disemangati. :)

 

PEKALONGAN

Mas Andrew dan mbak Rosy, juga para alumni Pekalongan dalam Jumbo (Jumat Berkah Bro) berkutat di Rumah Sakit Bendan Pekalongan. Ramai-ramai membagikan sekitar 80 nasi kotak kepada keluarga yang sedang menunggu dan menjaga pasien kelas 3.

 

S O L O

Dari Solo Raya melaporkan bahwa segenap alumni disana hari ini berkunjung ke Panti Wredha yang lokasinya di sebelah barat pom bensin Njongke, Surakarta, pada pukul 9 pagi. Panti ini isinya semuanya para jompo. Berikut sebait puisi yang ditulis oleh mbak Rina sepulang dari sana..

IMG-20151030-WA000Tinggallah sendiri.. yang harus mengurus diri sendiri ditempat baru..

Tempat yang bukan dihabiskan saat masa mudanya bersama keluarga..

Kini usia sudah menua dan kebutuhan hidup yang tak bisa ditunda..

Aku butuh teman, kurang lebih ungkapan itu yang tergambar..

Aku butuh teman yang selalu ada untukku..

Aku butuh teman yang selalu bisa jadi tempat keluh kesahku..

Aku butuh teman ketika aku nanti dipanggil sang Khalik ada yang membimbingku mengucap asma-Nya..

 

Barokallah untuk semuanya. Setiap Jumat selalu membuat mata ini menangis. Bahagia, suka cita, karena semuanya bergerak dihari yang penuh barokah.

Salam Kontribusi..^^

 

PPA on Air, BSFM Maros with Sonny

PPA on Air, BSFM Maros with Sonny

Special talkshow with trainer PPA, @sonnysanndy, siang ini pukul 14.00 waktu Makassar dan sekitarnya di 107,3 Mhz, Radio Butta Salewangang (BSFM) Maros dengan announcer Ady.

IMG_20151030_00214647“Sebagai manusia, tentu saja kita tidak terlepas dari berbagai keinginan serta permasalahan hidup. Mungkin saja permasalahan hutang yang menumpuk, jodoh yang tak kunjung datang atau keinginan memiliki keturunan setelah sekian lama berumah tangga, dan mungkin masih banyak lagi permasalahan lainnya.

Untuk itu, rahasia agar keinginan tercapai dan berbagai permasalahan menemukan solusinya, kita harus bisa merayu Allah untuk mau menolong kita dan meyakini diri-NYA sebagai sebaik-baik penolong,” ungkap Abi Kim sebagai salam pembuka.

Ady menyebutkan bahwa, sejak kecil kita memang sudah diajarkan konsep tauhid tentang Allah namun kita kebanyakan hanya sekedar mengetahuinya sebatas teori. Dari tahap teori ini akan diubah ke tahap pemahaman sehingga bisa membuat kita lebih menghayati makna daripada ketauhidan yang diajarkan dalam Islam.
Hadir bersama Abi Kim, alumni setempat bernama Musdalifah yang menceritakan betapa tenang dan khusyuk hatinya saat melaksanakan ibadah. Sangat berbeda sebelum mengikuti Private Class PPA.

 

Selengkapnya bisa dikulik artikel talkshow ini di website BSFM Maros :)

 

 

 

Gerakan Jumat Berkah Oktober #3

Gerakan Jumat Berkah Oktober #3

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Haii, selamat pagi.. Yeahh, ketemu lagi dengan Jumat. Waktunya Gerakan Jumat Berkah, nih..

Baik, hari ini saya akan mengunjungi langsung ke daerah-daerah yang memeriahkan Jumat-nya. Yuuukk, kita terbang kesana..

 

DENPASAR

“Bu Ifaaaaaa… Apa kabarnya nih, Tabanan?”

“Eeehh, mas Reporter ngagetin aja. Hayuk cepet sini, ikutan GJB. Pagi ini saya mau kunjungan ke Panti Asuhan Al-Amanah Denpasar. Mumpung hari baik. Bagi-bagi bingkisan di hari Asyuro. Tuh liat, banyak anak-anak yatim yang menentramkan hati. Calon penghuni surga.”

IMG-20151023-WA009

 

 

 

 

 

 

“Siip banget deh, Bu Ifa. Makasih ya, udah diajakin ikut GJB. Saya pamit Bu, mau ke Purwokerto .”

“Iiihh, mas Reporter. GJB-nya belum selesai. Saya mau ke Panti Asuhan satu lagi, namanya Wal-Masakin. Ayo ikutan dulu.”

“Oooh, masih ada yang mau dikunjungi, toh. Baik Bu, saya manut. Hehee..”

 

“Seneng banget dah, pagi-pagi sudah bisa berbuat kebaikan. Barokallah ya, Bu Ifa dan seluruh tim EoA Bali. Semoga sukses terus. Saya pamit mau ke tempat mbak Amel. Mau sarapan disana, ahh.. 

“Oke.. okee.. Hati-hati ya, mas Reporter. Salam buat Umi Waliko dan dek Amel.”

 

PURWOKERTO

“Alhamdulillah nyampe juga ke Purwokerto. Mana nih, mbak Amel dan Umi. Kok masih sepi.”

“Ooh, ternyata lagi bagi-bagi sarapan ke pejalan kaki yang lewat, orang tua, tetangga, anak-anak, bahkan penjual jamu dipanggil buat dikasih sarapan.”

“Ehh, ada mas Repoter. Kapan nyampe? Maaf, kita pada gak nyadar. Tadi sibuk cegat orang-orang yang lewat.”

“Ohh, gapapa mbak Amel. Siippp. Purwokerto kereeenn.”

IMG-20151023-WA010“Tapi, nasi bungkusnya keabisan nih. Jadi gak bisa nyicipin, mas Reporter.”

“Gapapa, Umi . Saya mau lanjut ke Situbondo aja. Kabarnya tim disana juga bagi-bagi nasi bungkus. Saya jalan dulu, ya kawan-kawan. Semoga Jumatnya barokah.”

“Hati-hati, ya mas Reporter. Kalo ketemu Bu Eka, salamin.”

 

SITUBONDO

“Mas Andreeeee, tungguuuu… Mau kemana nih?”

“Buruan mas Reporter, kita harus stand by di “Warung Shodaqoh” untuk melayani pembeli, trus mau keliling-keliling membagikan nasi bungkus untuk kaum dhuafa, juga nanti bagi-bagi baju ke Panti Asuhan.”

“Waah, banyak kali agendanya, mas?”

“Iya. Yukk, segera..”

IMG-20151023-WA014

“Abis ini, kita ke tempat Ivan, anak asuh kita yang berumur 9 tahun. Ibunya penjual gorengan. Sebulan yang lalu sakit punggung, ada benjolan katanya. Saat ini sedang diurusin sama Bu Kirana. Ayo, mas Reporter kita kesana”

 

IMG-20151023-WA015“Awalnya Ivan hanya bisa terlentang dan menangis. Tapi sekarang sudah bisa duduk lebih lama dan udah mau pake kursi roda.”

“Alhamdulillah, Bu Eka. Barokallah. Semoga Ivan bisa segera jalan lagi.”

“Makasih ya, mas Reporter. Makasih juga buat para sahabat dan donaturnya Ivan. Mohon doa atas kesembuhannya.”

“Aamiin, Bu Eka. Baik, saya permisi dulu, ya. Udah ditunggu mas Adit di Jogja.”

“Iyaa, mas Reporter. Salam aja buat temen-temen Jogja.”

 

JOGJAKARTA

“Mas Reporter, ayoo buruan. Udah ditungguin dari tadi.”

“Ooh, maaf, maaf. Tadi abis sarapan dulu di Situbondo. Jadi gimana, kita kemana hari ini?”

“Iya. Rencananya hari ini kita mau ke Panti Sosial HAFARA, letaknya di Jalan Tempuran Brajan Rt. 08 Tamantirto Kasihan Bantul. Bapak Chabib selaku pengelolanya, mengasuh pasien gangguan jiwa, anak-anak jalananan, dll di panti ini. Beliau menggunakan metode terapi untuk membantu kembali normal, juga lebih dekat dengan Allah.”

IMG-20151023-WA020“Itu ada Bu Lia Bilqis yang nyerahin bantuan sedekah dari sahabat PPA Jogja. Semoga banyak manfaatnya untuk beliau.”

“Aamiin. Barokallah nih, tim Jogja. Semoga lancar terus buat para EoA. Saya pamit ke Bandung dulu, ya mas Adit. Makasih banyak lho.”

“Baik, baik, mas Reporter. Nitip salam buat kang Yudi dan kawan-kawan disana.”

 

BANDUNG

“Halooo, kang Kohar. Damang? Hayoo, pagi-pagi udah mikulin beras, emang bade angkat kamana, kang?”

“Iiih, kang Reporter, jangan cuma diliatin atuh, bantuin sana. Masih banyak, nih. Ada 200 kantong dwibako yang siap disalurkan GJB hari ini.”

“Dwibako mah naon, kang?”

“Atuh dwibako itu artina paket yang berisi beras 2 kg dan minyak 1 liter. 100 kantong akan dibagiin ke rumah-rumah. 100 kantong lagi stay di kantor.”

“Oohh.. baru paham, kang. Hehee..

“Nuhun kang, udah diajakin keliling-keliling. Sukses terus buat tim Bandung. Punten, saya mau ke Pekalongan dulu. Disana ada kumpul-kumpul bareng anak yatim.”

“Mangga, kang Reporter. Nanti kalo sempet, mampir lagi kesini. Jangan sungkan. Salam buat mas Andrew dan mbak Rosy.”

 

PEKALONGAN

“Mas Andrew, mbak Rosy, bu Vivin, ini pada mau kemana, euyy?”

“Ehh, ada mas Reporter. Ini, kita-kita mau kumpul-kumpul sama anak-anak yatim. Bermain, berdoa, sholat , makan bersama. Sekalian juga ngasih bingkisan buat mereka.”

“Oh iya, kumpulnya dimana? Ikutan, dong.”

“Di kantor PPALC kita, mas. Hayuk ahh kalo mau ikutan. Sok masuk ke mobil. Kita kesana bareng-bareng.”

“Keren, euyy. Pekalongan seruuu. Saya bahagia banget liatnya. Barokallah ya, buat tim Pekalongan semua. Makasih banyak udah diijinin ikut. Saya pamit dulu ya, mau ke Makassar, nih.”

“Oke, mas Reporter. Tar kalo dah nyampe, salam buat bu Dian Syarif yaa..”

 

MAKASSAR

“Nahh, bu Dian kita mau GJB kemana?”

“Biasa, mas Reporter. Bagi-bagi sarapan untuk warga Maros. Targetnya bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah lanjut usia, para pekerja kasar yang sedang bekerja, dan lain-lain yang kita temukan di jalan nanti. Semoga saja dengan makan sarapan dari kita, mereka lebih kuat untuk bekerja sampai petang nanti. Ayoo ahh, ikutan bagi-bagi.”

“Baik, bu. Saya siap membantu tim Makassar.”

“Alhamdulillah ya, bu Dian. Semua kebagian sarapan dari kita. Semoga mengenyangkan perut mereka hari ini. Mohon pamit bu, saya mau ke Solo. Disana juga sedang berbagi. Semangat ya, tim Makassar..”

“Lanjut, mas Reporter. Hati-hati di jalan. Nanti salam sama bu Rina, yaa..”

 

S O L O

IMG-20151023-WA063“Waahh, mbak Rina dan temen-temen mau ngapain nih GJB-nya?”

“Hmm.. begini, mas Reporter. Kita mau ke Kartasura. Pasti banyak yang lapar disana siang-siang gini, terik, panas. Mau sedikit berbagi mas, karena setiap rejeki kita pasti ada bagian untuk mereka.”

“Bagus sekali tuh, mbak. Rencananya mau bagi-bagi apa?”

“Kita mau berbagi nasi bungkus dan beberapa lembar rupiah, mas. Bukankah bahagia itu sederhana, dengan bersedekah yang merupakan obat mujarab, langsung menggetarkan hati.”

“Waahh, keren tuh. Sukses ya, temen-temen EoA Solo. Saya pamit dulu, mau terbang ke Palembang.”IMG-20151023-WA062

“Iya, mas Reporter. Terima kasih udah mampir. Hati-hati di jalan yaa. Titip salam untuk mas Koko dan kawan-kawan disana.”

“Siipppp..”

 

PALEMBANG

“Heii, mas Kokooo.. Pada mau kemana nih sama tim, buru-buru amat?”

“Ehh, mas Reporter tiba-tiba muncul aja. Iya nih, mau GJB ke Rumah Tahfidz di daerah Macan Kumbang, Bukit. Kebetulan ada alumni yang amanahin nasi bungkus. Ayok ikutan, mas..”

“Baik, baik. Saya ikut, deh.”

“Masih banyak tuh, sisanya. Mau dikasihin ke siapa lagi?”

“Kita mampir ke tanah perkuburan aja, di Puncak Sekuning. Deket sini kok tempatnya. Disana banyak penjual bunga, penjaga makam, petugas bersih-bersih. Mereka pasti belum makan. Yukk, kita kesana..”

“Alhamdulillah, udah selesai GJB tim Palembang. Ludes tuh nasi bungkusnya. Ga bersisa.”

“Masih belum, mas Reporter. Abis ini kita mau ke lokasi kebakaran di Jl. Letnan Jaimas Rt. 14 – 24 Ilir, belakang Ramayana. Ada 14 KK yang kehilangan rumah. Korban terlantar mencapai 59 jiwa termasuk anak-anak dan balita. Saat ini mereka hanya bisa bermalam didalam tenda darurat yang disediakan oleh Dinas Sosial. :’( “

“Ohh, begitu. Baik, ayo kita kesana. Mau bawa apa? Sembako, pakaian?”

“Nah, setelah disurvey oleh mas Utun, ternyata warga disana sudah banyak yang nyumbang makanan dan pakaian. Yang paling mereka butuhkan saat ini adalah tabung gas untuk memasak. Jadi sekarang, kita mau nyari tabung gas dulu. Secara, tabung gas ‘melon’ itu sedang langka. Toko-toko menolak menjual tabungnya. Mereka hanya menerima isi ulang.”

“Laaahh, jadi bagaimana, mas Koko?”

“Yaa, kita cariin. Kita puterin Palembang sampe nemu tu tabung gas. Bismillah, semoga Allah permudah.”

IMG-20151023-WA057

“Alhamdulillah, akhirnya dapet juga. Lumayan, bisa beli 5 tabung hasil dari donasi yang ditransfer oleh alumni.”

“Ayoo mas Koko, kita segera ke tekape. Udah gak sabar, nih.”

“Iya.. iyaa.. Kita segera meluncur. Cuusss…”

“Waahh, akhirnya selesai juga GJB hari ini. Makasih ya, mas Koko dan tim. Semoga tetap semangat. Saya pamit pulang, yaa..”

“Siaapp, mas Reporter. Sampai jumpa next Friday. Hati-hati di udara.”

 

Jumat memang penuh barokah. Berlomba-lomba dalam kebaikan itu sungguh menyenangkan. Barokallah untuk seluruh tim PPA daerah. Semoga terus bersemangat.

 

 

Private Class Palembang #101

Private Class Palembang #101

soettaSoetta, Jakarta to Palembang

Dari Cengkareng, Jakarta, Sabtu pukul 14.30 wib, on schedule, Sonny “Abi Kim” terbang menuju Palembang.
Tiba di bandara setempat di waktu ashar dengan sambutan asap tebal yang menyesakkan napas.
Ya, kondisi udara di kota Palembang memang memprihatinkan, namun tak menyurutkan langkah dakwah tim Palembang bersama PPA. Segera, tim membawa kabur sang trainer dari sana.

 

Gandus, Al-Quran Al-Akbarkoko n master

Setelah menunaikan sholat ashar, tim melajukan kendaran ke kawasan Gandus dimana terdapat Al-Quran Al-Akbar dalam lembar kayu yang diukir timbul diatas ornamen khas Kesultanan Darussalam dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu tembesu dengan biaya tidak kurang dari 2 milyar. Masing-masing lembar halamannya berukuran 177 x 140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter.

Kitab raksasa sebanyak 30 juz yang dibangun oleh Ustadz Syofwatillah Mohzaib di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah selama kurun waktu 7 tahun ini, telah diresmikan oleh Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudoyono, pada tanggal 30 Januari 2012 sekaligus juga mendapatkan penghargaan dari MURI.

 

IMG-20150912-WA061RM Sri Melayu, Dinner

Menikmati malam dengan pindang sepertinya telah menjadi hidangan wajib karena memang menu ini berbeda bila dinikmati di kota asalnya.

Sambil menyantap patin-nya, sang guru bercengkrama dengan Mas Koko dkk mengenai persiapan kelas privat besok. Plus sharing tentang program-program tim Palembang kedepannya.

Banyak hal dipaparkan sang guru kepada kami yang menjadikan obrolan semakin seru.

 

Grand Atyasa CC, Private ClassIMG-20150914-WA054

Tim dan sang trainer tiba di tempat on time. Para peserta yang mendaftar juga hadir lebih awal padahal kabut belum beranjak naik.

Persiapan demi persiapan acara dilakukan oleh tim. Cek sound, mike, lighting, air conditioner, termasuk meja, kursi, pena, buku, dll, demi kelancaran kelas privat hari ini.

Setelah dirasa oke, barulah kelas dimulai. Dibuka oleh master ceremonial kita, Mas Koko, yang mengupas tuntas testimoni dari para alumni, juga tak lupa memperkenalkan profile sang master, Sonny Sandy.

 

IMG-20150912-WA044Buku PPA

Surprisenya adalah.. Buku PPA yang telah ditunggu berbulan-bulan lamanya akhirnya terbit juga dan segera dipamerkan di meja registrasi.

Alhasil, para peserta dan alumni yang baru tau mengenai buku ini (haduuh, kemana aja sih, kan udah sering diinfoin ke grup) pada mesen dah. Langsung mau dibayar lunas.. Walaahh, pada gak tau ya itu udah pesenan alumni sejak pre-order.. :p
Akhirnya setelah dibujukin untuk indent, meski dengan keluhan “yaaaaaahhh..” yang panjang, tapi sahabat-sahabat ini tetep melakukan transaksi.. Ma acih.. ma acih.. 🙂

 

smbSultan Mahmud Badaruddin II, Palembang to Jakarta

Selesai kelas privat, saatnya sang guru pulang. Tim mengantarkan Abi Kim ke bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ba’da menunaikan sholat maghrib. Tetap diiringi kabut yang ternyata memperindah pencahayaan dari lampu jalan. Pemandangan yang langka.

Jadwal keberangkatan yang semula pukul 19.40 wib diberitakan mundur ke pukul 22 malam. Info terakhir yang tim dengar bahwa pesawat masih delay 2 jam lagi hingga sang guru tiba di rumah pukul 2 dini hari.

 

Teriring doa untuk kita semua, baik panitia maupun alumni, yang telah berlelah payah demi tersampainya ilmu tauhid ini kepada rekan-rekan tercinta, semoga Allah karuniakan kebaikan di dunia terlebih lagi di akhirat.

Tak lupa semoga Allah mengkaruniakan kebaikan untuk kanjeng guru yang bersedia hadir walau dengan kondisi kota yang berkabut, berlimpahkan pahala, sehat wal ‘afiat, berkah sepanjang masa..

Barokallah..

 

Salam Sepenuh Cinta dari kami..
PPA Center Palembang
Pin. 57A474B6
WA. 0823-74290099

Palembang
Ahad, 13 September 2015

Gerakan Jumat Berkah Agustus #3

Gerakan Jumat Berkah Agustus #3

Bismillahirrohmaanirrohim..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh..

 

Jumat tetap nomor 1 bagi para Employee of Allah. Berbagai kegiatan dilakukan serentak di seluruh nusantara dalam Gerakan Jumat Berkah ini. Dengan berbagai ide kreatif, para penggerak PPA saling berbagi pada kaum dhuafa dan yang membutuhkan..

Kemana dan dimana gerakan ini berlangsung, mari kita ikuti. Cekidot.. ?

 

IMG-20150821-WA042

 

BEKASI

Diawali dari kota Bekasi, tim yang dipimpin oleh Mas Dedy Irawan ikut turun ke jalan untuk berbagi sembako ke abang becak dan juga tukang parkir. Ditemani para alumni lainnya, tim Bekasi menemukan beberapa target yang mereka cari dan segera memberikan bingkisannya.

 

PURWOKERTO

Gerakan Jumat di Purwokerto didukung oleh PPA Learning Center-nya. Pembagian nasi bungkus kepada tukang becak, tukang parkir, dan peminta-minta di jalan sudah menjadi agenda rutin disana. Selain daerah sekitar PPALC sendiri, Mbak Amel dan tim, kali ini menuju Pasar Manis, Pasar Cerme, dan juga stasiun.

IMG-20150821-WA043

 

JAKARTA

Di Jakarta sebagai kota pusat juga ikut berpartisipasi dalam Gerakan Jumat Berkah ini. Tim yang diramaikan oleh Mas Fidrian dan Mbak Nusaibah juga para alumni lainnya berbagi bingkisan kepada para pedagang kecil, pemakai jalan, dan lain-lain di seputaran Al-Azhar.

 

IMG-20150821-WA031

C E P U

Di kota ini, Gerakan Jumat Berkah diwarnai dengan berbagi ke pak becak dan pemulung. Beberapa alumni telah mempersiapkan puluhan nasi bungkus untuk kegiatan ini. Mereka menyusuri jalan-jalan, pasar-pasar, dan dimanapun mereka menemukan orang-orang yang membutuhkan, tim Cepu berhenti untuk mengulurkan nasi bungkusnya.

 

B A L I

Bu Ifa dari Tabanan kembali menggetarkan bumi Bali. Bersama Mbak Yona, tamu kehormatan dari Lombok, pagi-pagi telah sidak ke jalan untuk berbagi sarapan kepada para pengguna jalan.

 

JOGJAKARTA

Agenda Jumat Berkah tim Jogja berbagi nasi dus di Pasar Beringharjo. Targetnya tentu saja para lansia yang masih gigih mencari nafkah. Diantaranya ada pedagang manisan, tukang sol sepatu, bapak-bapak pengayuh becak, dan masih banyak lagi.. 🙁

 

PALEMBANG

Mas Koko dan kawan-kawan penggerak disana berbagi nasi bungkus di sore hari. Tim bergerak dari lampu merah satu ke lampu merah berikutnya. Targetnya tukang koran, penyapu jalan, petugas sampah, pengayuh becak, dan juga pedagang lansia yang kebetulan mereka lihat dijalan hingga maghrib menjelang.

 

BANDUNG

Kota Bandung selalu penuh dengan agenda kebaikan di setiap Jumatnya. Pagi hari berbagi nasi kuning kepada tukang ojek, sorenya berbagi nasi kotak yang telah dikemas cantik oleh ibu-ibu alumni, dan juga sarung kepada tukang sampah, tukang becak, dan lain-lain.

 

CIREBON

Tim Cirebon dengan penggeraknya Mas Fahrudin, Mbak Ilya Shanie juga alumni lainnya berbagi ke para orang tua lanjut usia. Namun, bukan ke panti jompo melainkan langsung mengunjungi kehidupan nyata para jompo di Desa Purbawinangun, Plumbon, Cirebon.

Di desa tersebut banyak terdapat lansia yang kurang mampu. Target tim hari ini 15 lansia yang sebagian dikumpulkan di rumah salah satu keluarga alumni. Sebagian lagi langsung ke rumah para lansia karena ada diantaranya yang lumpuh dengan usia 80 tahun lebih. Jompo lainnya tidak bisa melihat, berjalan dengan menghapal langkah. Ada pula jompo yang masih aktif mencari rejeki walaupun sudah bukan saatnya lagi mencari rejeki. Ibu ini kesehariannya mengumpulkan bunga kamboja kering, diambil dari makam untuk kemudian dijual kembali olehnya. 🙁

 

MAKASSAR

Maros menjadi target utama tim Makassar. Aksi Jumat Berkah yang digerakkan oleh Mbak Dian Syarif ini bermula dari Jalan Dr. Ratulangi, kemudian bergeser ke jalan Lanto Dg. Pasewang (sekitar SD dan Plaza Maros), lalu ke pasar sentral Maros, bahkan berbagi ke studio BSFM dan Petugas Pemadam Kebakaran. Ditemani oleh Mbak Musdalifah serta para alumni lainnya, berkeliaran ke jalan untuk menemukan tukang becak, pedagang kaki lima, tukang parkir, tukang batu, tukang ojek, orang tua yang menjemput anaknya disekolah, petugas damkar, satpam bahkan petugas kepolisian yang sedang bertugas mengatur lalu lintas.

Meski tidak memiliki persiapan berarti untuk melaksanakan kegiatan ini, namun setelah memantapkan niat yang murni dan tulus untuk membantu sesama dengan bersedekah, akhirnya Allah SWT membuka jalan dengan memberi rejeki kepada mereka dari jalan yang tidak diduga-duga.

 

Setiap Jumat, menjadi moment yang selalu membuat merinding karena gerakan yang dilakukan oleh para Employee of Allah di seluruh Indonesia. Berbagai seni kebaikan berlangsung di hari yang penuh berkah ini. Semoga berbalas kebaikan yang tak terhingga disisi-Nya. Proud of you, guys.. ({})

Salam Kontribusi..^^