Selamat Anda Terjebak

Selamat Anda Terjebak

 

Assalamu’alaikum wr. wb.
Subhanallah wabihamdihi 100x

By: Shandy Abi Naya

Pengingat diri dan semoga bisa menjadi renungan buat kawan-kawan.

Kawan-kawan yang dirahmati Allah SWT.
Apa kabar anda hari ini?
Sudahkah anda bersyukur atas kenikmatan yang setiap hari dan setiap waktu Allah SWT berikan kepada anda?

Saat di kelas private PPA dan pembahasan poin 4 PPA, saya menanyakan sesuatu kepada salah satu peserta.
Sebut saja namanya Mas Rudi.

Shandy: “apakah hari ini tangan anda bisa digerakan?”

Rudi: “Ia tangan saya bisa digerakan.”

Shandy: “Apakah anda merasakan bahwa itu sebuah miracle…??”

Rudi: “Loh kok miracle? kan emang udah dari sononya tangan saya bisa bergerak.”

Kawan-kawan yang dirahmati Allah SWT, dulu saya pernah berkunjung ke salah satu rumah sakit dan menjumpai seseorang yang terkena stroke. Pihak keluarganya bercerita bahwa beliau stroke sudah 7 tahun dan selama 7 tahun tangan dan badannya tidak dapat digerakan, hanya matanya yg dapat dikedipkan.
Hari itu mereka datang ke rumah sakit karena ada jadwal berobat dalam rangka ikhtiar untuk kesembuhan.

Setelah beberapa kali berobat, dengan ijin Allah ternyata satu tangan beliau bisa digerakan, dan saat itu, beliau bersyukur dan menangis haru karna beliau merasakan MIRACLE dari Allah SWT sehingga tangannya bisa digerakan.

Kawan-kawan, apa perlu untuk membuat anda bersyukur dan mengatakan kalau tangan anda bisa bergerak itu adalah sebuah MIRACLE, anda harus mengalami STROKE dulu selama 7 TAHUN… ??

Yuk kawan-kawan mulai saat ini kita syukuri semua yang sudah Allah SWT titipkan kepada kita.
Jangan sampai gara-gara masalah yang sedang anda alami, menutupi semua kenikmatan dari Allah SWT yang saya yakin, kita tidak akan mampu menghitung banyaknya nikmat Allah SWT.

Kebanyakan dari kita, bersyukur ketika mendapatkan sesuatu yg jarang-jarang kita dapatkan.
Coba anda bayangkan ketika anda mendapat rizki uang 20jt…!
Apakah anda merasa senang dan bersyukur?
Jawab jujur dengan hati anda…!!!
Lebih senang dan bersyukur mana antara anda mendapat uang 20jt itu ATAU tangan yg anda gunakan untuk menerima uang 20jt itu??

Liat…! Ternyata anda lebih senang mendapat uang 20jt yg anda dapatkan jarang-jarang. Sementara tangan yg setiap detik bisa anda gerakan, anda tidak merasakan senang dan bersyukur (anda merasa biasa saja).
Apakah perlu Allah SWT membuat tangan anda bisa bergeraknya jarang-jarang…??
5 hari stroke, 1 hari bisa digerakan.
1 bulan stroke, 1 hari bisa digerakan.

Kesimpulannya:
Ternyata akar keBERSYUKURan adalah ketika kita tidak merasa memiliki.
Akar ketidakBERSYUKURan adalah ketika kita merasa memiliki.
Bahwa apa yang ada pada diri kita, semua itu adalah hanya titipan dari Allah SWT yang kapanpun bisa Allah ambil.

Bagaimana agar ketika Allah SWT ambil kembali titipannya, kita tidak merasakan sakit hati, kecewa atau sedih berkepanjangan? Maka jangan pernah melatakan semua titipan Allah itu didalam hati.

Mas apa cirinya titipan Allah itu ada didalam hati?
Contoh:
Anda beli mobil bagus, hati anda bangga mengendarainya, bahkan setiap lewat didepan komplek, anda buka kaca dan anda sapa semua orang yg anda temui. Seakan anda ingin menunjukan bahwa ini loh mobil saya.
Ciri lain ketika mobilnya kegores orang, anda maki-maki orang tersebut.

Itu salah satu ciri mobil ada didalam hati.
Kita dibuat stress oleh mobil itu. Ketika diparkir takut spionnya dicongkel, takut di gores orang, takut di malingin, dll.

“bukan bahagia yg membuat kita bersyukur, tapi bersyukur yg akan membuat kita bahagia.”

Jangan sampai salah kira dan salah fokus. Tertipu ingin dapat miracle besar tapi lupa syukur terhadap yang ada. Itu namanya TERJEBAK.

SELAMAT ANDA TERJEBAK! ☺☺☺

#MenemaniPErjalananCintaPadaNya

www.polapertolonganallah.com

~ Shandy Abi Naya ~

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

UBI PELANGI

UBI PELANGI

UBI PELANGI

By: Rezha Rendy

 

Ada kejadian yang buat saya senyum-senyum sendiri hehehe..

Gimana nggak coba?

Semenjak ngisi PPA yang sekarang alhamdulillah sudah menjelang 500 angkatan dan ribuan kasus yang diajukan di papan tulis, baru kali ini ada peserta bapak-bapak yang mengangkat tangannya dan mengajukan keinginan..

“Mas tolong ditulis saya mau nikah lagi.”

WHAT?!
Sontak saya yang sudah siap nulis harapan peserta langsung berhenti nulis dan senyum-senyum sendiri pasalnya satu kelas yang dihadiri 30an peserta semua tertawa bahkan bapak itu pun tertawa juga.

Tidak ada yang salah sih dengan keinginannya cuma ya kok berani-beranian ngomong didepan banyak orang.

“Ini beneran pak?” Tanya saya sambil senyum.
“Iya mas beneran.” Jawabnya.
“Kalau boleh tau kenapa gitu pak pengen nikah lagi?”

Dan jawabannya membuat saya kaget.

“Mau ngetest Allah aja mas.”

WHAT?! Hhhh… saya menghela nafas mencoba langsung menasihati saat itu namun saya urungkan. Nanti sajalah.. karena kalau diingatkan saat itu terkesan menghakimi. Biarlah Allah yang jelasin sendiri saya mah siapin diri aja untuk digerakan ngomong.

Hingga tibalah materi yang membahas tentang JEBAKAN ILUSI KEINGINAN.

“Kawan-kawan, hati-hati terjebak dengan keinginan kita sendiri yang memenjarakan kebahagiaan hidup kita. Jangan dipikir kalau Anda dapat yang sedang Anda kejar itu Anda akan senang selamanya. Tidak! Itu ilusi saja.. Bahagia itu bukan karena sesuatu tapi karena bisa menikmati apa yang ada. Kalau memusingi apa yang belum ada maka ngga akan pernah bahagia.”

Saya jadi teringat kisah Abu Nawas yang memiliki istri sangat cantik di kampungnya. Setiap istrinya melewati sekelompok orang yang sedang berkumpul pasti semua mata menatap kepadanya. Mending tatapannya biasa aja.. tapi ini gimanaaa gitu.. dan digodain pula lagi.

“Beruntung banget ya Abu Nawas istrinya cantik. Ngga bosenin kali ya tiap hari kalau lihat dirumah..”

Tuh lihat.. pada ngayal aja kerjaannya.. padahal istri dirumah mereka ya ngga kalah cantiknya. Namun itulah manusia.. yanggg,,,, ah sudahlah hehe.. Nafsu terus yang dikedepankan.

Istri Abu Nawas akhirnya pulang dengan sedikit belari ke rumah dan nangis didepan Abu Nawas. Kemudian menceritakan apa yang dialaminya tadi di jalan.

Apa yang dilakukan Abu Nawas??

Dia malah beli ubi di pasar dan memotong-motong ubi tersebut kemudian dimasak dengan diberi warna yang berbeda-beda. Setelah masakan jadi dia memanggil orang-orang yang menggoda istrinya tadi untuk diajak makan bareng. Kalau kita mungkin sekalian dicampur sianida kali yah hehehe… ^^.

“Ayo silahkan dimakan jangan malu-malu..” Abu Nawas mempersilahkan tamunya untuk makan.

Masing-masing mendapatkan warna yang berbeda.. ada yang dapat warna kuning, merah, hijau dan ungu.

Nih perhatikan..
Lucunya adalah ketika yang mendapat warna kuning sedang makan dia melihat orang yang makan warna merah trus dia jadi mau tapi ngga berani.
Yang makan warna merah melihat temannya makan warna hijau jadi mau juga..
Yang makan warna hijau melihat temannya makan warna ungu jadi mau juga..
Yang ungu pun demikian, lihat warna merah jadi mau juga.

“Kenapa? Kalian ingin mencicipi menu yang lain? Silahkan saja.. saling mencicipi.” Abu Nawas mempersilahkan.

Setelah mereka saling mencicipi wajah mereka keheranan dan mikir-mikir hehe.. kemudian mereka memberanikan diri bertanya kepada Abu Nawas.

“Maaf.. ini ko rasanya sama yah? Apa lidah saya yang salah?”

Abu Nawas yang mendengar pertanyaan itu tersenyum kecil merasa menang dan berkata.

“Ya memang rasanya sama.. semua hanyalah ubi namun saya kasih warnanya saja yang berbeda.

Ketahuilah kalian bahwa rasa istriku dan rasa istrimu dirumah itu SAMA SAJA yang beda hanya casingnya saja!”

Hahahaha…. ^^.
Selamat Anda tertipu ilusi Anda sendiri kawan hehehe..

Sontak semua peserta yang ada di kelas tertawa terbahak-bahak. Bahkan di kelas saat itu ada kawan saya yang istrinya memang 2 dan ketawa paling keras. Dia bilang…

“Hahahaha… iya mas bener rasanya sama aja. Malah nambah pusing! Hahahaha.”

Dan tahukah Anda apa yang terjadi dengan si bapak tadi? 😀

Dia ngga jadi nulis permintaan nikah lagi tadi di proposal cintanya, dia bilang..

“Kalau rasanya sama aja ya ngapain mas hehehe…”

Itulah sepenggal kisah saya saat mengisi private class PPA.

Kawan..
Jangan tertipu ilusi-ilusi Anda sendiri yah. Jangan berpikir kalau Anda dapat sesuatu seneng selamanya. Nggak! Itu sementara trus hilang lagi dan muncul keinginan lainnya lagi yang menyita kebahagiaan Anda.

Saya mah nggak mempermasalahkan nikahnya lho ya hehehe.. Namun pesan saya jika memang siap untuk adil maka monggo saja. Adil dalam pandangan Allah bukan menurut nafsu Anda pribadi lho. Kasihan lah nasib orang lain kalau hanya jadi korban “UBI PELANGI” (nafsu/ilusi keinginan Anda saja). Efeknya bukan cuma Anda namun orang-orang yang Anda sayangi juga kena.

Kasus ini banyak banget soalnya yang datang ke saya. Bukan cuma untuk bapak-bapak. Mba-mba pun gitu… Maaf, punteeenn…. kalau sudah dateline kebanyakan prinsipnya “yang penting ada”. hehehe..

Akhirnya siapapun yang datang mah hayuk aja.. sekalipun sudah punya keluarga. Nah kan, klop!

Yang laki-laki bawa “UBI PELANGI”nya sendiri yang perempuan juga bawa “UBI PELANGINYA” sendiri. Hehehe.. nanti deh saya bahas di materi “BUNGKUS dan ISI”.

Oke.. diluar konteks nikah ^^.

Intinya adalah hidup Anda jangan dihabiskan dengan melihat rumput tetangga terus yang sepertinya lebih hijau. Tau kenapa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri?

Karena mereka banyak syukurin kebunnya dengan disibukkan menyiram dan menanam. Sementara kita sibuk ngeliatin aja.. hehehe..

Setuju?
Share yang setuju yah biar ngga makin banyak orang yang mabok “UBI PELANGI”.. ^^