Kacamata JaPaN

Kacamata JaPaN

***Kacamata JaPaN
‪#‎Kajian‬ PPA

Assalamu’alaikum wr.wb..
Subhanallah wabihamdihi 100x..

Kajian kali ini tentang “kacamata”.. Sering banget kita melihat sesuatu dengan kacamata JaPaN ini.. (JaPaN = Jangan Pakai Nafsu ).

Semua-semua dinilai dari nafsu kita aja tuh. Nafsu kita menuntut orang lain PERFECT tanpa cacat. Sehingga ketika gak sesuai dengan kacamata kita, langsung benci..

Hey.. :^>. Kita tuntut bulan tetap bersinar tanpa cacat, padahal wajarnya bulan ya bolong-bolong. Ketika kita ketemu “bolong yang wajar” itu kita langsungg membenci dan menjudge..

“Owh, ternyata bulan gak seperti yang saya bayangkan (-_-)”

Masbro,, yang salah itu kacamata nafsu kita bukan bulannya. Bulan bolong ya wajar, manusia salah ya wajar. Bahkan hal-hal wajar saja bisa jadi salah di pandangan kacamata nafsu kita. x_x

Misal..
Ada ustadz berbisnis, kemudian nafsu Anda bilang.. “Ustadz, ustadz, aja kalee.. Gak usah bisnis.. *suspicious*”

Diturutin gak bisnis, jadi salah satu wasilahnya dapat ‘amplop’ (bukan tujuan). Nafsu ngmong lagi, “Eh ternyata si ustadz itu gak sesholeh yang saya kira. Masih aja cari amplop.. *shhh*”

GUBRAK! *rotfl* Nafsu, ooh nafsu.. Kasian keles itu ustadz padahal juga belum tentu dia nyaman dipanggil ustadz. Itu kan kacamata JaPaN kita aja..

“Jangan liat diri ketinggian, coz kalo gak dilihat tinggi oleh orang lain akan sakit hati.. Jangan juga liat orang lain ketinggian, coz kalo gak sesuai nafsu kita, jadi kecewa. Lepas tuntutan nafsumu..” ?

Kacamata inilah yang sering menjdikan hati tinggi dan dengki..

☆Testimoni
“Mas ternyata praktekin poin 1 PPA bisa dipakai nurunin BB 4 Kg dalam semalam lho \=D/”
~Umi, Cepu

***Kacamata JaPaN

 

#Monggo di share sebanyak-banyaknya, agar banyak pula yang melepas kacamata JaPaN-nya..

#Jadwal kelas privat semakin ketat. Pastikan dikotamu ada. ?

 

Ke-PD-an

Ke-PD-an

***Ke-PD-an
#‎Kajian‬ PPA

 

Assalamu’alaikum wr.wb..
Subhanallah wabihamdihi 100x..

Harusnya ketika kita seneng karna sudah beramal, senengnya itu bukan karna sudah beramal tapi lebih karna Allah memudahkan kita beramal. Kalo Allah gak kasih uang kan gak bisa amal..

Kurang enak apa coba..
Modal untuk amalnya dikasih dan ketika kita ngasih masih dikasih “komisi” lagi 😀 (read : pahala). Tugas kita makelar aja..

Jangan juga karna merasa sudah banyak beramal maka jadi ke PD-an. Merasa “berkedudukan” dihadapan Allah. Sehingga secara halus ketika melihat orang lain gak melakukan amalan seperti dirinya, langsung merasa tinggi.. :^> .

Haloo… masbro.. mbakbro..
Bisa jadi saudara kita kurang diamalan tertentu, tapi bagus di yang lain.

Hati-hati.. Ke-PD-an merasa berkedudukan dihadapan-Nya.

Orang yang merasa sudah banyak beramal, membantu, dan lain-lain maka akan nagih tuh. Bisa jadi nagih ke Allah dan juga manusia.

“Ya Allah saya udah tahajud, dhuha, sedekah, dan lain-lain, masa hidup saya begini-begini aja! Anak saya tetep sakit! Suami saya selingkuh! Mana nih?!”

Atau ke manusia..
“Hei.. saya lho yang bawa kebaikan ini kesana. Saya orang pertama nih yang menginisiasi. (minta dihormati).”

Capee, deh.. Kalo minta dihormati mah jadi pembina upacara aja hahaha.. 😀

Kita ini cuma dititipin aja gayanya selangit.. Malu lah..

Lagipula kalo jantung kita diberhentiin sekarang juga gimana, tuh?

Silahkan menikmati menu “kesombongan”.

Lakukanlah semaumu jika kau tidak memiliki malu..

Banyak di hari ini yang bertuhankan pandangan orang lain..

Kalo benar-benar JFOA maka sharusnya sudah gak penting pandangan orang. Karna hanya pandangan-Nya yang dicari.. (0.0).

So, jangan ke-PD-an.. x_x.

***Ke-PD-an

 

#Don’t forget. Share sebanyak-banyaknya, sesering-seringnya.. 😀

#Daftar segera. Cek jadwalnya. Kami segera hadir di kota Anda..

 

 

Gak Sadar-sadar

Gak Sadar-sadar

***Gak Sadar-sadar
#Kajian PPA

Assalamu’alaikum wr.wb..
Subhanallah wabihamdihi 100x..

Hati bisa merasakan mana orang yang berbicara dengan keangkuhan, mana yang dengan kerendahan hati. Beberapa kali saya bertemu dengan rekan-rekan yang ketika sedang jaya-jayanya bicara dengan gesture yang buat orang gak nyaman. Ukurannya simple “Harta gue lebih banyak, title gue lebih tinggi, jabatan gue lebih tinggi, reward gue lbih tinggi, dan lain-lain.”

Saya pun dulu ya begitu disadari or tidak.. Bahkan sampai pernah merasa “gak ada nih yang bisa jatohin saya.” X_X

Beberapa hari kemarin saya tercengang dengan surat Al An’am 43-44. Ini tragis dan banyak yang kena kondisi ini.

“Tetapi mengapa mereka tidak memohon dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan. Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu KESENANGAN untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.”

Perhatikan!
Kesulitan awal dikasih sama Allah bukan untuk diselesaikan, tetapi agar kita balik ke Allah. Tapi banyak yang gagal fokus merasa bahwa, “Saya pasti bisa sukses! Pasti bisa nyelesain! Pasti bisa dengan kerja keras!”

Walhasil, terlalu fokus dan termotivasi abiz.. Parahnya ketika doa kayak lagi duduk di atas bara api, pengen cepet-cepet selesai doanya sehingga doa sekenanya karna berfikir sukses itu kerja keras.! #ketipu-setan >=)

Bukan salah kerja kerasnya, tapi pesan Allah dibaca dulu kawan.. Allah pengen kita back to Allah.

Hati-hati kalo gak sadari-sadar akhirnya dibukain pintu kesenangan (kesuksesan semu) dan bangga-banggain hasil kerja kerasnya. Padahal Allah berencana sebaliknya..

BLESS!
Diambil semua ketika lagi tinggi-tingginya, sukses-suksesnya, dan lain-lain biar kita cepetan balik ke Allah.

Merendahlah kawan.. Periksa hati, apakah ketika berbicara merasa lebih baik dari orang yang mendengar?

Banyaknya kesenangan/kemudahan hidup bukan ukuran kemuliaan seseorang atau sebaliknya. Melainkan kedekatan ke Allah.. 🙂

***Gak Sadar-sadar

 

#Bagiin ke yang lain.. Semoga pada segera sadar..

#Cek jadwal di kota Anda.. Daftar segera..

 

Biasa aja, kali..!

Biasa aja, kali..!

***Biasa Aja Kali =D
#Kajian PPA

Assalamu’alaikum wr.wb..
Subhanallah wabihamdihi 100x..

Kawan…
Disadari atau tidak kita kena sihir melalui kotak ajaib yang mampu merubah orang jadi apatis, ekstrimis, hedonis, dan is-is lainnya ^^.
Itu semua dilakukan melalui kotak sihir yang namanya “TV”.

Banyak hal yang dipertontonkan disana.. Salah satunya adalah budaya kedudukan.

Kita terprogram untuk beranggapan orang yang berpakaian sederhana, kerjaan sederhana, rumah sederhana, dan sebagainya, lebih rendah kastanya dibandingkan orang yang lebih kaya, jabatan tinggi, pekerjaan hebat, dan lain-lain..

Parahnya kita tajam ke atas, tumpul ke atas dari sikap.

Kita bahas dari pujian deh.. nanti disambungin..

Gini,..
Kalo dipuji biasanya kita bilang apa? “Alhamdulillah..”

Cek hati.. ketika menyebut itu, adakah hati ingat Allah?
Segala puji bagi Allah or diri sendiri?

Kita dipuji bukan karna hebat kita, melainkan Allah jadi tameng dari aib-aib kita. Tapi kita lezat nikmatin pujian-pujian tersebut dan merasa besar dengan jabatan, harta, pekerjaan.. bahkan parahnya demi dianggap lebih or dipuji, orang dibawa-bawa.

“Saya ini tetangga Pak Menteri. Itu mancingnya bareng sama saya #denganniatbanggaindiri” :^>

Jangan merasa tinggi atau hina, bro.. Biasa aja kalee.. =)) .

Ketika melihat orang yang “lebih rendah” dari kita maka ingatlah salah-salah kita dan maksiat-maksiat kita. Jangan merasa lebih tinggi, mulia, dan sebagainya..

Ketika bertemu orang yang lebih tinggi, biasa saja. Hormat dan santun harus, tapi jangan minder yang membuat kita terkadang merendahkan diri. Walhasil, inilah yang terprogram di diri, kalo ketemu yang lebih rendah jadi merasa tinggi..

Objektif ke Allah.. Yang membedakan hanyalah ketaqwaan. 😉

Lakukan semua bukan untuk mencari perhatian makhluk.. Tapi Pemilik Mahluk. 😉

-Testimoni-
Ini dari EO PPA Cirebon yang luar biasa orangnya. Setelah ikut PPA, semua tim prudentialnya di Cirebon diikutin dan pada closing bigcase juga. Walhasil mereka malah mau ngadain khusus.

“Alhamdulillah, kemarin baru issued polis mas. Saya praktekin PPA subhanallah, Allah mudahin saya closing bigcase prudential 150-200 juta/tahun.” ~ Very, EO Cirebon

 

***Biasa aja kalee =D
#Broadcast mulu, seehh.. | Biasa aja kalee..

#Jadwal update-nya dimana? Liat kalender di depan, yaa…